Archive for the ‘Artikel’ Category

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/05/22/Opini/krn.20090522.165863.id.html

Dalam dunia imajiner Barat, Nusantara lama dikenal sebagai negeri harmonis di tengah perbedaan agama dan budaya. Unik, karena ia negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Ketimbang dunia Islam-Arab yang mudah gelisah dan saling tuduh, dalam lingkungan Islam yang damai, Indonesia sungguh menenteramkan.

Kalau ditimbang secara geopolitik, muslim Indonesia tentu relatif jauh diperhitungkan. Peradaban Barat lama melihat episentrum keislaman ada di lingkaran Timur Dekat (Proche-Orient) dan Timur Tengah (Moyen-Orient), di sepanjang semenanjung Mediterania hingga wilayah Asia Tengah. Meski Islam Melayu sempat mulai dikaji pada abad XIX di Prancis dan Barat secara umum, ia meredup dan baru mulai dilirik kembali seusai Perang Dunia II. Itu pun imbas dari kepentingan Barat terhadap rumpun utama wilayah Timur Jauh (Extrême-Orient) yang kemudian merembet dari Indocina ke kepulauan Nusantara. Simpulnya, Islam-Indonesia ialah peradaban pinggiran.

Berkah corak kedamaian itu yang membikin Indonesia penting diperhatikan. Kendati di tepian, tabiat keagamaan yang sejuk hadir di garis Khatulistiwa ini. Sementara itu, sang pusat peradaban Arab-Islam terus gaduh dengan perbedaan dan perebutan kepentingan. Ini tentu sedikit melegakan. Denys Lombard pernah menulis bahwa tidak ada watak penaklukan dalam model Islam Nusantara. Alih-alih menerapkan Arabisasi, sifat kreatif-radikal yang dimiliki Nusantara mampu mengolah keislaman–selain Hindu, Buddha, dan Cina–menjadi wajah budaya yang teduh. Lanjut Baca »

Iklan

Pantomim yang Berbicara

Pantomim boleh dikatakan merupakan dasar permainan teater, yang mengolah kelenturan tubuh dan kepiawaian ekspresi, mimik.

 mime-bizot-007

Di tengah kerontang kegiatan pantomim di Tanah Air, Philippe Bizot, lelaki Prancis itu menggelar pertunjukkan seni gerak tubuh itu di Salihara. Minim kata. Juga miskin apresiasi.

Seorang lelaki berkepala kotak kardus berdiri sendiri di panggung. Walau mirip robot dengan kepala kotaknya, sekuntum bunga di tangannya membuatnya tampil lebih manusiawi. Ya, lelaki kepala kardus itu menunggu kekasihnya ditemani musik lembut. Yang ditunggu muncul, seorang perempuan bertubuh semampai tapi juga berkepala kotak dari kardus. 

Mereka berpelukan. Kepala kotak kardus dengan kepala kotak kardus itu makin mendekat, mendekat, dan akhirnya berciuman. Caranya? Sungut kepala kardus si lelaki, menelusup masuk dalam dua lubang bulat di kepala kardus si perempuan. Lampu panggung gelap dan adegan berganti. Lanjut Baca »

Pengantar: Sayang jika tulisan ini tidak dipublikasikan. Prof Fuad Hassan (alm), menuliskannya dengan baik.

****

fuad-hasantiaFuad Hassan 

University of Indonesia, Jakarta, Indonesia 

 

First of all, allow me to extend to all of you a warm welcome to the city of Yogyakarta; a city unique in its way of juxtaposing tradition and modernity, that is to say: a city in which preservative and progressive forces intertwine; indeed, a city of relatively peaceful coexistence of the old and the new. Even within the confines of this conference you may soon notice the compromising atmosphere between tradition and modernity; however, it will be more interesting to experience whenever you have the opportunity to wander through the streets and alleys of Yogyakarta. I hope that during your stay in Yogyakarta, you may find sources of inspiration to pursue further studies in issues pertaining to cultural encounters and cross-cultural manifestations. Lanjut Baca »

avilianiBaru di usia 35 tahun Aviliani menyadari pentingnya memelihara kecantikan. Sebelum itu dia pemalu dan tak menata diri.

Buat apa jadi anggota legislatif kalau belum tentu bisa bermanfaat bagi banyak orang. Jabatan komisaris pun bagi Aviliani menjadi sarana mereguk ilmu untuk dibawa kembali ke kampus.

Belakangan ini dunia ekonomi Indonesia disemarakkan oleh sosok perempuan. Di kabinet saja ada dua perempuan pada pos ekonomi. Sementara di kalangan pengamat ekonomi dan perbankan, nama Aviliani paling sering disebut. Nama Avi, begitu dia biasa dipanggil, mulai berkibar sejak Institute for Development of Economics and Finance (Indef) semakin dianggap karena isinya ekonom kritis. Aviliani bergabung di lembaga itu sejak tahun 1995. Lanjut Baca »

 

melani-soebonoRahasia ini biar saya saja yang tahu.

Melanie Soebono memunyai tujuh tato di tubuhnya. Sebuah tato berbentuk kalung di lengan sebelah kanannya. Bentuk cincin di jari tengah tangan kiri, kupu-kupu di pergelangan tangan kanan dan kirinya. Empat lainnya di wilayah yang tertutup bila dia mengenakan gaun. Mel menunjuk pada pinggul bagian kiri, paha kanan, dan punggung. Di sanalah dirajah empat tato. Dia lupa alasan membiarkan tubuh moleknya dirajah jarum. Bagi Melanie, tato adalah media pengingat akan peristiwa penting dalam hidupnya. “Banyak perempuan menulis kejadian penting di diary, saya nggak. Saya justru mengingat momen itu dengan menato.” Lanjut Baca »