Kafe Filosofi

Ada mie ayam Erwin. Tele Krez Ibu Wina menyediakan ubi bermacam-macam rasa–aku tak terlalu berminat karena bahan-bahan perasanya. Teh manis, jus, kopi, dan aneka minuman Mbak Ati. Lengkap. Hanya kurang kursi saja, tempat duduk para pengunjung galeri buku setia Cak Tarno. Kalau Anda dari Gang Kober (Kuburan, kenapa dinamakan demikian? Aku belum menemukan kepastiannya) di Jalan Margonda (siapakah Margonda? Sejarawan belum menuliskannya), menyeberang saja, dan lalu masuk ke sebuah gang bernama Sawo (kenapa harus Sawo? Capppppeeek deh!! “Ah ada-ada saja!”-mengikuti salah satu gurauan dalam sajak Sapardi JD). Tak jauh sekitar 10 meter, di bawah papan nama Mozaik.Net, di situ galeri buku gampang ditemui.

Untungnya, tiap Sabtu sudah mulai kembali dijadwalkan untuk sekadar diskusi dengan berbagai tema yang entah apakah tiap orang sebetulnya suka atau tidak. Awalnya lebih perhatian ke masalah filsafat dan sastra, mengingat banyak orang yang berkumpul di dalamnya cenderung condong ke arah ilmu kemanusiaan tersebut. Apa boleh buat, semakin ke sini tak terasa sudah tiga tahun. Jenuh? Tidak sebetulnya. Banyak yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Lalu berhenti? Oh tidak. Wong kita baru saja mulai kok!

Apa yang oleh teman dan kakak kami, Damhuri Muhammad, dibilang sebagai “kerja peradaban” harus terus berlanjut. Denyut nadi mesti terus berlanjut. Kalau tiga tahun ada kejenuhan, mungkin masalah jeda saja. Tentu bukan titik sebagai akhir, melainkan masih ada frase-frase yang diselingi dengan tinanda koma: dan seterusnya. Di sini sedang ditatah batu-bata pemikiran? Tak terlalu bermuluk ria dengan impian berangan. Konkret saja sebetulnya. Depok di tengah kejumudan aktivitas yang pemerintahnya hanya mengurusi hal remeh-temeh saja, budayanya kering, dan jika tak ada Universitas Indonesia misalnya–benar kata Zainul Maarif–hanya setumpuk kehidupan yang kurang riang, mesti harus dibenahi. Zombie-kah? Tak tahu. Mesti ada yang memulai untuk memeriahkan Depok dari kemiskinan gagasan. Dari ide lahir praksis, kalau bisa. Logos disemayamkan dalam oikos. Mungkin kita perlu rumah, sebuah bayt al-kain alias meng-Ada-dalam-Dunia. Tidak berlebihan jika di Cak Tarno Instititute itu kita sedang menanam benih. Entah kapan hasilnya… Donny Gahral bilang itu bisa menjadi rumah kedua. Bisa jadi.

Semakin iri saat dua jam sebelum tulisan ini diketik, aku baru saja menghadiri sebuah diskusi menarik di Salihara yang menghadirkan Sapardi, Hasan Aspahani, dan Al-Fayyadl. Teman saya, Fayyadl termasuk prolifik menulis. Karya mutakhirnya, Paradoxa, akan terbit. Sebelum diskusi, dia bilang ingin kuliah di Sorbonne, untuk bidang sastra dan filsafat kini diselenggarakan di Sorbonne-Paris 4. Aku bilang kepadanya, “Coba ikut ujian masuk di Ecole normale supérieure alias Normale Sup, ente bisa menikmati kuliah seperti Jean-Paul Sartre, Henri Bergson, Michel Foucault, Jacques Derrida, dan sebagainya. Lagian kita kan bisa memilih seenak kita. Kalau aku bisa masuk, aku akan bebas memilih kuliah kajian Semitik, Filsafat Arab Pertengahan dan Modern, serta Filsafat Barat!” Jawabnya tak terbersit jelas. Dari matanya aku membaca: “On va voir…” dan kembali ke pembahasan. Ya, dengan ruang diskusi yang nyaman, gedung teater, kafe indah, beranjangsana di dunia maya gratis, dan seterusnya, ini bisa menjadi hal yang menarik. Aku bisa membayangkan kalau di Depok hadir hal seperti ini, mahasiswa tak akan bosan. Bukan berarti di kampus mati, melainkan ada semacam kenduri yang tak formal untuk membuat kreativitas wacana dan pemikiran alternatif.

Aku iri… aku bermimpi suatu hari dengan sejengkal langkah kami, sepatah ucapan kami, dan apa adanya saja, mungkin akan terwujud.


  1. sihiteezra

    Kalau gw sih iri nggak jadi pembicara di acara itu zak ( ha…ha.. ke PD an bener yah )…selamat membangun CTI semoga di negeri ini makin ramai wadah-wadah diskusi untuk meletastarikan tradisi mendengar dan berbicara




Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: