Arsip untuk Februari, 2009

Pengantar: Sayang jika tulisan ini tidak dipublikasikan. Prof Fuad Hassan (alm), menuliskannya dengan baik.

****

fuad-hasantiaFuad Hassan 

University of Indonesia, Jakarta, Indonesia 

 

First of all, allow me to extend to all of you a warm welcome to the city of Yogyakarta; a city unique in its way of juxtaposing tradition and modernity, that is to say: a city in which preservative and progressive forces intertwine; indeed, a city of relatively peaceful coexistence of the old and the new. Even within the confines of this conference you may soon notice the compromising atmosphere between tradition and modernity; however, it will be more interesting to experience whenever you have the opportunity to wander through the streets and alleys of Yogyakarta. I hope that during your stay in Yogyakarta, you may find sources of inspiration to pursue further studies in issues pertaining to cultural encounters and cross-cultural manifestations. Lanjut Baca »

Iklan

Masyarakat yang Ramah

by zku

« Il n’y a pas de raison de discuter d’une conquête islamique ici »

(Denys Lombard, Le Carrefour Javanais, 1990)

 

shalom_taylorRamah atau marah? Yang terakhir paling sering disorot sebagai kegagalan agama, yang misi sesungguhnya tak lain kecuali pemberadaban manusia. Marah tidak identik dengan ketegasan berpegang pada prinsip, juga mustahil betul berkelindan dengan keimanan. Itu benar-benar sikap yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, cetakan 2005, halaman 715, disebut sebagai “sangat tidak senang, berang, dan gusar.” Lanjut Baca »

avilianiBaru di usia 35 tahun Aviliani menyadari pentingnya memelihara kecantikan. Sebelum itu dia pemalu dan tak menata diri.

Buat apa jadi anggota legislatif kalau belum tentu bisa bermanfaat bagi banyak orang. Jabatan komisaris pun bagi Aviliani menjadi sarana mereguk ilmu untuk dibawa kembali ke kampus.

Belakangan ini dunia ekonomi Indonesia disemarakkan oleh sosok perempuan. Di kabinet saja ada dua perempuan pada pos ekonomi. Sementara di kalangan pengamat ekonomi dan perbankan, nama Aviliani paling sering disebut. Nama Avi, begitu dia biasa dipanggil, mulai berkibar sejak Institute for Development of Economics and Finance (Indef) semakin dianggap karena isinya ekonom kritis. Aviliani bergabung di lembaga itu sejak tahun 1995. Lanjut Baca »

 

melani-soebonoRahasia ini biar saya saja yang tahu.

Melanie Soebono memunyai tujuh tato di tubuhnya. Sebuah tato berbentuk kalung di lengan sebelah kanannya. Bentuk cincin di jari tengah tangan kiri, kupu-kupu di pergelangan tangan kanan dan kirinya. Empat lainnya di wilayah yang tertutup bila dia mengenakan gaun. Mel menunjuk pada pinggul bagian kiri, paha kanan, dan punggung. Di sanalah dirajah empat tato. Dia lupa alasan membiarkan tubuh moleknya dirajah jarum. Bagi Melanie, tato adalah media pengingat akan peristiwa penting dalam hidupnya. “Banyak perempuan menulis kejadian penting di diary, saya nggak. Saya justru mengingat momen itu dengan menato.” Lanjut Baca »

Sakit yang Jadi Fesyen

women_tattoo_removalKaum hawa semakin menggilai tato. Tapi semakin banyak pula orang yang mendatangi klinik laser untuk menghapus tato mereka. Seni rajah tubuh makin diminati sebagai perayaan terhadap seni yang sebenarnya.

Tidak hanya para lelaki, kaum hawa juga semakin gandrung pada tato. Sebagian orang menganggap tato mendongkrak kualitas penampilan dan mempercantik tubuh. Sebagian lagi menganggapnya sebagai pernyataan atas sikap pemberontakan, minimal menunjukkan diri mereka sebagai manusia yang hidup di luar ‘kotak’ kenormalan. Dulu, tato hanya didominasi kaum Adam. Belakangan para perempuan juga tak malu-malu bertato. Lanjut Baca »