Orkestrasi Musik Eros Djarot

KORAN JAKARTA, 25 Januari 2009

eros_djarot_1Put your love and your soul.

Seperti hendak mengulang masa 30-an tahun lalu, ketika musik Indonesia dikepung lagu-lagu kacrut yang liriknya  hampir seragam—  Erros Djarot kembali mengeluarkan album baru. Mampukah albumnya kali mengulang sukses Badai Pasti Berlalu?

Lebih dari tiga dekade, album Badai Pasti Berlalu milik Erros Djarot masih tetap fenomenal. Album ini bahkan telah empat kali dibuat remake-nya. Dua tahun lalu, selain album, juga dibuat ulang filmnya. Saat pertama kali dilansir 1977 silam, album ini memang merupakan soundtrack dari film dengan judul yang sama. Filmnya sendiri  merupakan adaptasi dari novel karya Marga T.

Erros yang ketika itu dipercaya menggarap ilustrasi musiknya menggandeng sejumlah musisi seperti  Chrisye, Fariz RM, dan Berlian Hutahuruk. Tapi hanya empat lagu dari film Badai Pasti Berlalu yang muncul dalam album ini. Sisanya dikerjakan dalam studio oleh Erros, Yockie Suryopryogo, Debby Nasution, dan Keenan Nasution.

Hingga kini lagu-lagu di album ini seperti Pelangi, Merpati Putih, atau Angin Malam, kerap masih dibawakan oleh musisi saat ini dan menjadi karya evergreen. Padahal, Erros sebagai otak intelektual dari album tersebut semula tidak menyangka bakal laris dan mencapai penjualan di atas 9 juta kaset (sebuah angka yang fantastis saat itu). Selain itu, dia kebagian satu dari empat Piala Citra yang disematkan buat film Badai Pasti Berlalu, sebagai aransemen musik terbaik dalam FFI 1978. Setelah itu, Erros praktis vakum dari rekaman.

Hari-harinya disibukan dengan lain: setelah menerbitkan tabloid Detik dan kemudian dibreidel pada 1994, dia merambah ke dunia politik. Sebagai budayawan, Erros bukan tidak sengaja nyemplung ke politik. Itu justru di lakukannya secara sadar. “Harus ada sesuatu yang dilakukan,’’ ujar Ketua Umum Partai Nasional Banteng Kemerdekaan ini. 

Akhir tahun lalu, namanya ramai disebut banyak orang karena  Lastri, film garapannnya kandas di  tengah jalan lantaran tersangkut masalah perizinan. Syuting film tersebut ditolak oleh aparat sebuah desa di Jawa Tengah dan pemain utamanya, Marcella Zalianty tersandung masalah hukum.

Tiba-tiba pria berkumis tebal yang sudah berhenti merokok itu terdengar hendak menerbitkan album rekaman baru, dan akan diluncurkan Februari mendatang. Bertajuk  Karena Cinta Kita Ada menurut Erros album itu lahir dari pergulatannya dengan kegiatan keseharian. “Saya merekam semua mimpi-mimpi saya,” kata Erros.

Bung Karno

Berbeda dengan Badai Pasti Berlalu, album baru Erros kali ini bisa dikatakan berada di luar mainstream musik Indonesia saat ini. Album ini mengusung genre musik klasik. Dimainkan full orchestra.  Magenta Orchestra, pimpinan Andy Riyanto mendapat kehormatan menjadi musik pengiring lagu-lagu ciptaan Erros. “Klasik adalah keindahan,” kata Erros.

Ada 10 lagu di album Karena Cinta Kita Ada. Sembilan di antaranya ciptaan Erros, satu lagu lainnya berjudul Renungan  diciptakan Erros bersama Dody Soekasah. Temanya khas Erros: cinta. “Cinta pada kekasih. Kekasih yang huruf K besar dan K kecil.” Yang dimaksud oleh Erros adalah  cinta kepada Tuhan dan sesama. Antara lain lagu berjudul Bunga Sedap Malam yang menurut Erros merupakan wujud kekagumannya pada sosok Bung Karno. Erros menolak, lagu ini disebut sebagai lagu politik melainkan murni kekaguman pada ajaran-ajaran dan pemikiran sang proklamator.

Ada juga dua lagu lama berjudul Bisikku-dewiku (1976) dan Andai Bulan (1985). Ditataulang, tentu saja. Menjadi orkestra itu.  

Satu hal yang menarik, penyanyi yang dilibatkan di album ini termasuk gado-gado, dari karakter, usia, dan zaman. “Saya memang mencari penyanyi dengan teknik vokal dan warna suara yang baik,” tandas Erros.

Bisikku-dewiku dinyanyikan Lucky Octavian, jebolan Indonesian Idol 2004. Cerita Lucky, dia harus berkali-kali take vocal karena kurang menjiwai lagu yang berkisah tentang rasa cinta pada mantan kekasih. “Mas Erros kasih wejangan saat take vocal. Ia mengajarkan bagaimana menyanyi dari hati dan dengan cinta.” kata Lucky yang juga di album ini juga menyanyi duet dengan Annisa BV dalam lagu berjudul  Melayang.

Ada Berlian Hurahuruk yang dulu ikut melambungkan beberapa tembang  Badai Pasti Berlalu yang kebagian menyanyikan Ketika Cinta Kehilangan Kata yang menjadi lagu andalan album ini. Ini memang permintaan khusus Erros kepada Berlian. “Tingkat kesulitan yang tinggi cocok dengan kemampuan teknik vokal Berlian,” kata Erros.

Lalu  Farman Purnama, Annisa BV, Lucky Octavian, dan  aktor Slamet Rahardjo Djarot.  Farman mendapatkan porsi bernyanyi lebih banyak dibandingkan penyanyi lainnya. Dia kebagian tiga lagu; Renungan, Bunga Sedap Malam, dan Maafkan daku. Sementara Slamet sang kakak bernyanyi pada lagu berjudul Sendiri Menembus Malam. “Mas Slamet mengalami apa yang ada pada lagu itu. Pulang tengah malam saat istri sudah terlelap. Kemudian esok harinya, istri tidak mempertanyakan mengapa pulang malam. Istri yang pengertianlah!,” kata Erros.

Tapi kata Slamet dia sebetulnya tidak bernyanyi, melainkan sekadar  berekspresi. “Ekspresi rasa sayang, minta maaf, mohon pengertian pada istri saya,” kata Slamet yang berkarakter vokal berat dan bervibra sehingga menghidupkan lagu itu.

Masa Kacrut

Denny Sakrie, pengamat musik menilai kemunculan album Erros tahun ini mirip dengan peristiwa sekitar 30 tahun lalu. Masa ketika musik Indonesia  berada dalam situasi terpuruk. “Lagu-lagu yang muncul pada saat itu kacrut banget! Sama seperti yang terjadi dengan musik Indonesia tahun ini,” kata Denny.

Kacrut yang dimaksud Denny di sini lagu yang tengah booming bertemakan atau lirik seragam, seperti patah hati atau perselingkuhan. Begitu pun iramanya yang mendayu-dayu.

Kemunculan Erros dengan lagu Badai Pasti Berlalu mendobrak kejumudan kualitas musik saat itu. Denny berharap kemunculan album terbaru Erros, akan mengulang seperti pada masa-masa kacrut itu sehingga  bisa menjadi pemicu bagi pemusik lain agar mencipta lagu berkualitas.

Menurut Denny secara keseluruhan album ini bisa dikatakan bagus. Notasi khas Erros, di kunci minor yang mencirikan musik yang melodius dan romantis serta lirik lagu puitis, menjadi kelebihan album ini.

Sebelum album ini beredar di pasar, Erros mendahuluinya dengan mengeluarkan DVD berjudul The Making of Karena Cinta Kita Ada. Isinya seputar proses pengerjaan Karena Cinta Kita Ada. “Sebenarnya tidak diluncurkan. Hanya diberikan pada kawan-kawan dekat saja,” kata Erros soal DVD berdurasi 40 menit itu.

Di DVD itu, saat menemui salah seorang pemain musik, Erros berkata “Put your love and your soul ketika memainkan sebuah lagu. Niscaya hasilnya akan indah dan dihargai orang.” N adiyanto/rizky amelia

 

 




    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: