Mehdawi: Kami Ingin Merdeka

KORAN JAKARTA, 18 Januari 2009

Bangsa Tak Akan Hancur Oleh Militer

Palestina benar-benar membutuhkan perdamaian. “Kami lelah, habis tenaga, bangsa kami sengsara. Kami ingin berbangga menjadi satu bangsa dan  berkarya di dalamnya. Itu yang kami mau,” kata Fariz Nafi’ Atieh Mehdawi, dubes Palestina untuk Indonesia.

Persoalan Palestina, kata Mehdawi tak akan terselesaikan dengan perang. “Apapun yang terjadi bangsa Palestina tidak akan meninggalkan tanah itu. Kami tak akan bisa meninggalkan rumah sendiri,” kata dia. “Tapi kami tak dapat melawan Israel dengan militer. Kami hanya populasi warga sipil biasa. Israel tahu, seberapa kerasnya pun mereka mengusir Palestina, tak akan bisa membuat bangsa ini meninggalkan tanahnya.”

Contoh nyata terjadi di Afghanistan. Sekeras apapun, Amerika tak bisa mengalahkan Afgganistan. “Karena militer hanya bisa mengalahkan militer. Tak bisa mengalahkan bangsa. Seperti Israel tak akan bisa mengalahkan Palestina sebagai bangsa,” kata Mehdawi. “Tidak ada militer di dunia ini yang bisa mengalahkan sebuah masyarakat bangsa. Jadi ini bukan perang militer tapi perang antara yang benar dan salah, dan kami benar dalam kasus ini.”

Mehdawi meyakini kemerdekaan Palestina akan terwujud. Baginya, Indonesia juga begitu lama meraih kemerdekaan. “Kami akan tetap tinggal di tanah kami dan akan mendapatkan kemerdekaan kami, saya berani menjamin. Tidak akan ada yang kalah dan yang menang seperti yang terjadi di Afrika Selatan,” kata dia.

Butuh waktu ratusan tahun bagi kulit putih Afrika untuk mengerti mereka tak akan bisa menang. “Jadi sama seperti kami pada akhirnya akan tetap berdiri. Sekarang ada sekitar 5 juta orang Israel, sekalipun dihancurkan akan selalu tumbuh lagi,” kata dia.

Mehdawi mengatakan sulit untuk mengharapkan Barrack Obama dapat menorehkan sejarah baru dalam kebijakan politik Amerika menyangkut Palestina.  Karena dia menghadapi masalah serius di negaranya. Amerika harus mengurusi konflik dengan Irak, dengan Afganistan dan juga mengatasi krisis ekonomi. “Mereka bahkan punya konflik hampir dengan semua negara muslim karena kebijakan poltiknya yang tidak sesuai dengan negara muslim.  Orang tidak menyukai politik double standard Amerika pada masa lalu,” kata Mehdawi. 

Dalam soal Palestina, Obama perlu mengubah kebijakan lama George Bush. “Dengan melakukan perubahan dia akan melihat bahwa masalah Palestina adalah batu penjuru, adalah akar dari semua masalah di Timur Tengah,” kata Mehdawi. “Jika kesepakatan damai terjadi antara Palestina dan Israel maka hubungan politik dengan yang lain juga akan lebih mudah. Citra Amerika akan lebih baik jika kami bisa mendapatkan kemerdekaan kami.”

Paranoia berlebihan menyangkut terorisme pada masyarakat Amerika, menurut Mehdawi, harus diperbaiki sampai ke akar masalah. Yaitu dengan membuat tidak ada lagi kemarahan. “Dengan adanya krisis di Gaza orang semakin marah, makin militan dan lebih antiAmerika,” kata Mehdawi.

Mehdawi beranggapan perubahan kebijakan Amerika mengenai Timur Tengah sebenarnya menolong menyelamatkan Amerika. “Arah haluan AS benar-benar perlu diubah. Itu akan berpengaruh bagi AS sendiri,” kata dia.  N alfred ginting

 

 




    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: