Informasi Palsu di Irak (Bush Dilempar Sepatu Bukan?)

 

Halaman 5 edisi Minggu

11 Januari 2009

Koran Jakarta 

scottmcclellan8ie

Buku lain yang mengungkapkan kebohongan CIA

 Buku terbaru yang membongkar kebohongan CIA, sebetulnya bukan Membongkar Kebohongan CIA yang ditulis Tim Weiner melainkan Apa yang Terjadi yang ditulis oleh Scott McClellan. Orang yang disebut terakhir adalah mantan juru bicara Gedung Putih. Buku itu terbit pada April 2008, sementara buku Weiner terbit pada November 2007.  Dalam bukunya, McClellan antara lain menceritakan tentang isi konferensi pers yang dilakukan oleh dia dan Karl Rove, penasehat politik Presiden George W. Bush. Dia menyalahkan Bush dan Wakil Presiden Dick Cheney tentang peran Gedung Putih atas penyesatan informasi kepada publik tentang pembocoran indetitas agen rahasia CIA.

 “Itu satu persoalan dan jelas tidak benar,” demikian antara lain McClellan menulis dalam bukunya. Menurut dia ada lima orang yang bekerja bersamanya saat di Gedung Putih, yaitu Karl Rove, Lewis Libby, wakil presiden, presiden, dan kepala staf kepresidenan, Andrew Card. “Saya sama sekali tidak mengetahui adanya informasi palsu itu,” kata McClellan. Menurut McClellan, Libby juga tidak terlibat dalam kebocoran operasi rahasia yang dibuat oleh Valerie Plame.

 Kasus informasi palsu itu terjadi pada 2003 ketika Amerika Serikat menyerbu Irak. Pemerintah Bush saat itu beralasan, penyerbuan tentara Amerika  ke Irak untuk tujuan  menegakkan demokrasi dan menghancurkan senjata pemusnah masal yang dimiliki rezim Saddam Husein. Tentang senjata rahasia pemusnah masal itu menurut Bush diketahui berdasarkan laporan intelijen CIA. Namun diketahui belakangan, informasi intelijen CIA tentang senjata pemusnah masal Irak adalah palsu dan dibuat oleh agen CIA Valerie Palmer. Informasi palsu itu sengaja dibuat, untuk pembenaran bagi Bush menyerbu Irak dan supaya dia mendapat dukungan parlemen dan simpati publik Amerika.

 Kebohongan laporan CIA tentang senjata pemusnah masal Irak itu terungkap, setelah dua wartawan dari The New York Times dan Time menuliskan laporan investigasi berdasarkan keterangan seorang sumber. Berita itu kemudian isu besar. Terungkap dalam artikel itu, alasan pemerintahan Bush menginvasi Irak pada 2003 penuh dengan kebohongan karena berdasarkan laporan yang juga bohong yang dibuat oleh agen CIA Valerie Palmer.

 Belakangan kasus itu menyeret dua wartawan dan dua media tersebut ke pengadilan, Judith Miller wartawati harian The New York Times dan Matthew Cooper, wartawan majalah Time. Pemerintah Bush menganggap berita itu sebagai tindakan membocorkan rahasia negara dan meminta kedua wartawan untuk membeberkan indetitas dari sumber berita mereka. Tapi  Miller lebih memilih dipenjara ketimbang harus membeberkan nama sumber beritanya. Cooper sebaliknya.

 Meskipun pada mulanya dia ingin bersikap seperti Miller namun jati diri sumber beritanya diungkapkan kepada pejabat pemerintah dengan alasan telah ditekan atasannya. Karena pengakuan Cooper, terungkaplah nama Karl Rove, salah satu penasihat politik utama Bush. Akibatnya Rove dipecat dan menghadapi pengadilan. N rusdi mathari

 

 




    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: