Arsip untuk Januari 12th, 2009

Usman Hamid dan Munir

Koran Jakarta

4 Januari 2009

Wawancara dengan Usman Hamid 

46Keputusan majelis hakim PN Jakarta Selatan yang membebaskan Muchdi Purwopranjono dari semua dakwaan keterlibatannya dalam pembunuhan aktivis Munir, tak saja membuat Usman Hamid, Koordinator Badan Pekerja KontraS kecewa. Tapi juga menabalkan keyakinan Usman bahwa dalam kasus pembunuhan Munir memang ada upaya yang ditutup-tutupi. Meskipun tak meragukan komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan juga kalangan legislatif agar kasus pembunuhan aktivis HAM itu diselesaikan tuntas, dengan bebasnya Muchdi, Usman menilai komitmen itu hanya setengah hati.

Lanjut Baca »

Iklan

 

Koran Jakarta 4 Januari 2008

Pertunjukan drama Teater Dinasti  yang pertama setelah vakum sekitar 20 tahun.

 

Oleh Rizky Amelia

Akulah yang dulu memimpin para malaikat dan semua makhluk lainnya bertamasya ke alam semesta raya selama 200 juta tahun.

 joker-evil-ba07878Tembang lirih yang dilantunkan seorang perempuan dan anak-anak mengalun di antara bunyi derap langkah penonton yang memasuki gedung pertunjukan. Suara itu berasal dari piranti perekam. Saat lampu sorot mengarah ke sebelah kanan panggung, seorang wanita berjilbab dan enam bocah cilik tampak mendendangkan lagu sembari berjalan menuju panggung. Tiba di atas di panggung, mereka berhenti bernyanyi. Mereka bercakap-cakap tentang seni pertunjukan teater. Ada seorang bocah yang menanyakan mengapa di atas panggung teater orang bertingkah aneh dan berbicara sendiri? Si wanita mencoba menerangkan tentang seni teater kepada si bocah. Perbicangan ringan itulah, yang  menjadi penghantar  pementasan Tikungan Iblis, lakon teater karya budayawan Emha Ainun Najib, yang tampil di TIM 29-30 Desember silam.

 Tidur panjang selama hampir 20 tahun,  Tikungan Iblis bisa dibilang menjadi momentum kebangkitan Teater Dinasti. Semacam ajang reuni dari para anggotanya, mungkin. Bermula dari sebuah komunitas kreatif di Jogjakarta, dalam setiap pementasan kelompok teater ini selalu mengusung sisi moral budaya bahkan politik. Tikungan Iblis termasuk salah satunya.

Lanjut Baca »

 

11 Januari 2009

Koran Jakarta

 

 Sudah sejak lama CIA merekrut agen dari kalangan kampus.

cia_logo Di zaman internet, kini, CIA bahkan lebih terang-terangan memasang iklan bursa lowongan kerja lengkap dengan cara melamar dan posisi yang ditawarkan. Sasarannya tetap sama: mahasiswa

 Namanya Ken Moskow, agen CIA spesialis konter teroris. Pria berusia 48 tahun itu akhirnya takluk oleh ketinggian Gunung Kilimanjaro, Tanzania, 19 September 2008, lebih dari tujuh tahun  setelah peristiwa serangan 11 September 2001. Dia tewas pada ketinggian 19 ribu kaki di atas permukaan laut, sekitar 20 yard dari puncak salju abadi Kilimanjaro—  setelah  terserang penyakit ketinggian high altitude pulmonary edema yang mematikan. Petualangan Moskow tamat, Joe Holley menuliskan obituari untuknya berjudul “Ex-CIA Agent Ken Moskow; Died Atop Mount Kilimanjaro” di Washington Post 6 Oktober 2008.

Lanjut Baca »

 

Halaman 5 edisi Minggu

11 Januari 2009

Koran Jakarta 

scottmcclellan8ie

Buku lain yang mengungkapkan kebohongan CIA

 Buku terbaru yang membongkar kebohongan CIA, sebetulnya bukan Membongkar Kebohongan CIA yang ditulis Tim Weiner melainkan Apa yang Terjadi yang ditulis oleh Scott McClellan. Orang yang disebut terakhir adalah mantan juru bicara Gedung Putih. Buku itu terbit pada April 2008, sementara buku Weiner terbit pada November 2007.  Dalam bukunya, McClellan antara lain menceritakan tentang isi konferensi pers yang dilakukan oleh dia dan Karl Rove, penasehat politik Presiden George W. Bush. Dia menyalahkan Bush dan Wakil Presiden Dick Cheney tentang peran Gedung Putih atas penyesatan informasi kepada publik tentang pembocoran indetitas agen rahasia CIA.

Lanjut Baca »

 

Koran Jakarta 

11 Januari 2009

 

Teater Koma terus bermain lewat teater, karena  hal  itu diyakini sebagai salah satu cara mengasah akal sehat, pekerti, dan hati nurani.

 petruk-dadi-ratuDidirikan pasangan suami istri Nano Riantiarno dan Ratna Riantiarno pada 1977, paguyuban seni pertujukan ini tanpa lelah memotret epos kehidupan manusia dan mengangkatnya ke atas panggung. Meski para pelaku seninya juga kerap ngos-ngosan di tengah alur jaman, teater ini tetap mampu bertahan.

Lanjut Baca »