Arsip untuk Januari, 2009

Zacky Khairul Umam

Apakah Turki di bawah Erdoğan akan membikin hubungan diplomatik dan persahabatan dengan Israel semakin memburuk, dan ia membikin strategi untuk sama sekali tidak berpihak dengan Israel, dalam hal apa pun?

turkey-flagModerator: Debat ini menjadi semakin panas. Waktu diskusi ini sudah ditentukan. Kita sudah selesai.

Erdoğan: Semenit

Moderator: Bapak Perdana Menteri, baiklah, Anda tahu

israel_flagErdoğan: Satu menit, satu menit! Tidak ! Satu menit saja.

Moderator: OK, tetapi saya ingin Anda tidak berbicara lebih dari semenit.

Erdoğan: Pak Peres, Anda lebih sepuh ketimbang saya. Suara Anda sangat terbebani. Saya tahu Anda berbicara demikian karena sarat dengan rasa bersalah. Lidah saya tidak akan kelu seperti Anda. Tentang pembunuhan, Anda menyadarinya dengan sangat baik. Saya yakin betul Anda membunuh anak-anak di pantai-pantai. Dua bekas perdana menteri negara Anda telah banyak berkata penting kepada saya. Anda punya bekas perdana menteri yang bilang, “Ketika saya memasuki Palestina dengan tank-tank, saya amat mempersilakannya.” Saya dapat memberikan nama-nama mereka untuk Anda. Itu, mungkin, membuat Anda terheran-heran. Di samping, saya mengutuk yang bertepuk tangan dengan penganiayaan ini. Karena dengan membenarkan pembunuh-pembunuh yang menghilangkan nyawa anak-anak tak berdosa, yang membunuh secara bengis orang-orang itu (Palestina), saya yakin, juga suatu perbuatan jahat yang lain yang amat bertentangan dengan kemanusiaan. Lihatlah, kita tidak dapat mengabaikan kenyataan itu, di sini. Sekarang, saya banyak membikin catatan, tetapi saya tak memiliki banyak waktu untuk menjawab semuanya….

Lanjut Baca »

Menembus Sekat, Melintas Batas

KORAN JAKARTA, 25 Januari 2009

good-luck-fu-chinese-calligraphySebuah meja rias dari kayu jati dengan ukiran rumit teronggok begitu saja di sebuah sudut Bentara Budaya Jakarta. Seorang pengunjung tampak terkesima mengamati meja yang diperkirakan berusia lebih dari setengah abad itu.”Yang seperti ini nenek saya dulu juga punya,’’ ucapnya sambil menyentuh salah satu sisi meja.

Pengunjung yang keturunan Tionghoa itu memang sengaja datang untuk menyaksikan

Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan, yang digagas Bentara Budaya Jakarta dan Komunitas Lintas Budaya Indonesia ini berlangsung sepuluh hari, 15 hingga 25 Januari.

Lanjut Baca »

Testimoni George W Bush

KORAN JAKARTA, 25 Januari 2009 

1430_12_010502_bush_wavingTak banyak yang tahu, lima menjelang hari pelantikan Barrack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat,  George W. Bush yang saat itu masih menjabat presiden berpidato panjang lebar soal kesuksesan dan tantangan yang dihadapi pemerintahannya. Andai saja boleh, Bush masih ingin menjadi presiden.

Dalam pidato perpisahannya, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush mengingat-ingat kembali tragedi serangan 11 September 2001 di World Trade Center  dan gedung Pentagon. Peristiwa inilah yang kemudian dominan memengaruhi setiap kebijakan yang dikeluarkan Bush selama tujuh tahun belakangan.

Lanjut Baca »

KORAN JAKARTA, 25 Januari 2009

n1472510749_30068956_9738Menari dan menulis novel. Yang satu dilakoninya sejak SD. Satunya lagi masih tersimpan sebagai impian.

Pekan terakhir tahun lalu, Dani baru kembali dari Solo. Bukan untuk urusan seminar atau penelitian tapi menari. Ya, menari bagi Dani sudah jadi kebutuhan untuk lepas dari tekanan pekerjaan. “Menari Bedaya Ceki, rasanya setelah itu rileks banget, jadi semangat,” kata Dani.

Ceritanya, Oktober lalu Dani menonton tari di Festival Salihara, Dani merasa ada kekuatan magis tarian itu yang menariknya. Juga menarik air matanya meluncur ke pipi. “Saya menangis terutama melihat Pangeran Sambernyawa,” kata dia.

Tari yang berasal dari abad ke-18 itu menceritakan daya juang srikandi pada pertempuran Pangeran Sambernyawa melawan Pangeran Mangkubumi. Dalam tari ini ada bedaya anglirmendhung, tujuh srikandi sebagai batak, gulu, dhada, apit ngarep, apit mburi, endel ajeg dan buncit yang tak tergambarkan ganas dan buas.

Lanjut Baca »

KORAN JAKARTA, 25 Januari 2009

eros_djarot_1Put your love and your soul.

Seperti hendak mengulang masa 30-an tahun lalu, ketika musik Indonesia dikepung lagu-lagu kacrut yang liriknya  hampir seragam—  Erros Djarot kembali mengeluarkan album baru. Mampukah albumnya kali mengulang sukses Badai Pasti Berlalu?

Lebih dari tiga dekade, album Badai Pasti Berlalu milik Erros Djarot masih tetap fenomenal. Album ini bahkan telah empat kali dibuat remake-nya. Dua tahun lalu, selain album, juga dibuat ulang filmnya. Saat pertama kali dilansir 1977 silam, album ini memang merupakan soundtrack dari film dengan judul yang sama. Filmnya sendiri  merupakan adaptasi dari novel karya Marga T.

Lanjut Baca »