menang lomba, hijau berseri-seri

tengah bulan ini, aku dapat juara 2 honda writing fever competition, untuk kategori umum. lumayan. seorang cerpenis handal dari kelapa dua, depok yang ada di daftar sahabat blog ini, bilang, “la kok bisa si nulis tentang honda, apanya yang ditulis?” hehehe. aku si ya senyum simpul aja.

ceritanya begini. tema untuk kategori umum adalah “honda sebagai sahabat hidup anda”. tema yang sangat umum dan menjebak banyak partisipan lomba. kompetisi ini terakhir menerima karya tulis sebelum tanggal 29 februari (tahun ini, tahun kabisat kan?). maksimal 10 halaman a4.

sebetulnya aku sudah tahu lomba ini sejak pertama kali diiklankan di kompas, setengah bulan sebelum pengiriman akhir. tapi, aku pusing, apa yang harus ditulis. ah, ta usah dipikirin akhirnya. ndilalah, jare wong jawa, atawa tiba-tiba hari kamis itu, aku melihat tanggal: 28 februari. wah telat dong lombanya. kan sebelum tanggal 29, berarti sehari sebelumnya. kira-kira ini siang hari. berpikir bahwa waktu cuma sedikit, sangat mustahil untuk tidak menang. paling-paling, ya nothing to lose aja lah.

sore harinya, kusempatkan ke internet meng-google tentang honda, eh yang keluar tentang info produk dan keunggulan. untuk tema yang ingin kuikuti nggak ada. tapi ya aku lumayan mendapat secuil data buat tambah-tambah.

waktupun tiba sampai ufuk kemerah-merahan, berarti waktu maghrib datang kan? iya. aku belum sempat mau menulis apa. baru setelah matahari benar-benar tenggelam, alias waktu isya datang, aku mulai menulis. kuingat sebuah buku di wal tahun 2003 yang kubeli dengan penulis terkenal, sang futuris, John Naisbitt. buku itu berjudul “hi-tech hi-touch” yang berisi tentang teknologi masa depan yang memahami manusia.

ya sudah, aku memutuskan judulnya mesti ada hi-tech hi-touch nya. seketika itu aku menulis judul (biasanya aku memulai menulis judul lebih dahulu, ketimbang isinya): “refleksi 36 tahun, menuju revolusi high tech-high touch”. 36 tahun adalah produksi honda di indonesia, dan kebetulan menandai 20 juta produk honda, yaitu honda supra x 125 injection. kurang lebih selama 2 jam setengah aku menulis sekitar 9 halaman. kayaknya lancar-lancar saja. karena aku tidak memusingkan honda itu apa, jenisnya bagaimana, dan  keunggulan teknologinya bla-bla-bla. ini yang ditanyakan orang? kok bisa biasa nulis humaniora, ko nulis honda, apanya?

hehehe. kebetulan yang aku tulis, tidak berat-berat amat. aku menulis tentang kredibilitas dan modal sosial sebagai faktor kepercayaan masyarakat terhadap suatu korporasi. salah satu poin yang aku utarakan, dan sering aku sampaikan dalam beberapa kesempatan menulis, ialah kesadaran pasca-konsumeristik: bahwa orang memilihsuatu produk kini tak hanya menilai gaya hidupnya saja. utamanya kelas menengah ke atas, memilih karena ramah lingkungan dan efisien, sedangkan menengah ke bawah karena irit. ini istilah yang aku namakan, entah sudah ada atau belum yang menyebutnya secra eskplisit, sebagai “kesadaran pasca-konsumeristik”.

poin kedua yang kutulis ialah tentang tantangan honda ke depan. pertama, kedermawanan dan kepedulian sosial. aku sedikit menyinggung sidoarjo. kedua, kepedulian ekologis. tantangan euro 2 untuk reduksi karbondioksida. di situ, terus terang aku menulis, “saya tidak memahami dengan baik keunggulan honda dari segi mekanik-teknikal tentang bahwa ia ramah lingkungan, karena bukan bagian dari bidang disiplin keilmuan saya”. ngeles sedikit lah. (sekaligus juga, apologetik). ketiga, tantangan etika berkendaraan. mampukah honda ikut mengurangi kecelakaan lalu lintas.

poin ketiga dan pamungkas adalah palu godam esaiku dengan tajuk: revolusi high tech-high touch. di sini aku bilang, teknologi bukannya dibikin untuk menyusahkan manusia, justru sebaliknya. ketika manusia tidak memahami fungsi teknologi, ia yang menjadi robot. ini ada kaitannya dengan apa yang kutulis tentang pasca-konsumeristik tadi. dikaitkan lagi, misalnya, bahwa dengan memeiliki sepeda motor lalu nyawa manusia menjadi sia-sia. untuk itu dibutuhkan perekayaan teknologi yang tidak saja canggih dalam beragam hal, tetapi juga mampu mengenali sisi kemanusiaan. bahasa fikihnya: hifzhun-nas/an-nafs (menjaga jiwa).

klimaks tulisan kumenulis: “perusahaan yang baik kudu menuruti kaidah (kayak usuhul fikih?) green company, green product, green people, green process. makna “green” di sini tak berarti ramah ekologis saja, melainkan juga sebuah kepastian untuk kenyamanan, keselamatan, dan kedamaian. honda jangan berharap dulu ia sudah menjadi bagian terpenting sebagai sahabat atau mitra masyarakat.  karena, ada satu hal yang masih menjadi tuntutan, yaitu ‘green process’. bahwa ‘green’ adalah suatu ‘process’ yang tak pernah mengenal kata final. selamat bermitra dengan sahabat anda: masyarakat!”

ya itu jusrus pamungkas yang aku keluarkan. karena pengiriman bisa melalui upload diinternet, aku kirim langsung. waktu itu pukul (kurang lebih) 23.00. ini masih tanggal 28 lo, berarti ada waktu kan. tadinya aku takut website yang dimaksud untuk upload sudah ditutup, ternyata masih fungsional. aku kirim, sssssssssssssssssssst. attachment data sudah diunduh. biarlah, dalam hatiku terbetik, aku bikin sekejap dan kukirim menjelang deadline, biar ada yang menentukan.

keajaiban muncul. aku menjadi salah satu nominator dari kategori umum. dan pada puncak penyerahan, aku mendapat juara 2, juara 1 nya sang pangreh praja setengah baya dari madiun yang sedang melejit, dan juara 3 nya sang dosen nyentrik dari ugm yang luar bisa “konyol” itu.

kira-kira sudah banyak kompetisi serupa aku menangkan, 3/4 nya aku juara 1. dan yang bernasib serupa, alias dibikin sks (sistem kebut sekejap) tapi menang dan juara 1, lainnya yaitu lomba perpajakan (aku ambil sisi against corruption), jantung (aku lihat dari sisi filantropisnya), dan kearsipan (aku ambil sisi “bangsawan pikiran” dan keilmuannya).

paulo coelho sudah bilang: jika engkau berharap, alam semesta akan turut membantumu. kira-kira apa yang ditulis yohanes surya sebagai “mestakung” atau “semesta mendukung”. dalam spiritualitas, kita memaklumi adanya “the truth coincidence”. agama-agama mungkin memahaminya sebagai doa yang terkabulkan, nggak emsti doa yang keras-keras kita ucapkan, bisa pula angan-angan yang kita impikan.

yah itulah hikmah kehidupan, banyak hal yang bisa dipetik dan kita pelajari. untuk kita yang masih kurang banyak hal, masih ada waktu untuk berharap lagi. o ya, aku kutipkan ungkapan saichio honda, sang penemu, dalam karya tulis itu: “jika engkau gagal, maka bangkitlah dengan mimpi. mimpikanlah mimpi yang baru.”

aku berharap, esok ada asa yang terus aku benamkan dalam jiwa, sedalam mungkin!


  1. iwan20388

    wah produktif sekali ya mas zaky ini dalam menulis,…
    saya pernah ketemu dengan mas zaky,..tapi mungkin mas zaky lupa dengan saya,.

    saya iwan, dari UGM. kita pernah ketemu waktu ada acara honda di jakarta. memang waktu itu, kita tidak terlalu intens berhubungan. saya saja baru ketemu dan saling sapa saat acara makan malam terkhir di salah satu restoran BNI 46.,

    tapi sepanjang yang saya tahu, mas zaky ni bener-bener produktif dalam menulis. terakhir saya melihat pengumuman tentang lomba karya tulis perpusnas ttg pelestarian film, mas zaky juga jadi nominator. saya doakan smoga jadi pemenang, lagi….(wah menyesal gak ikutan lombanya…)

    bisa kasih tips gak gimana bisa produktif tuk menulis terus, karena jujur saja saya ikut lomba writing competitionnya honda ini karena memang baru ada mood. kalo gak ada ya gak jadi nulis,.eh kok ujug-ujug dapet juara 1. samasekali ga nyangka juga. ternyata teori SKS nya mas zaky juga berlaku pada saya(bkan untuk kali ini aja) lha wong saya juga baru ngumpul tepat tanggal 29 Maret dengan waktu pembuatan kurang dari 1 hari.

    mungkin juga ini berkah ulnagtahun ke 20 saya tanggal 20 maret kemarin. kebetulan dapet hadiah motor seharga kurang lebih 20 juta dalam rangka 20 juta produksi motor honda di indonesia.whats….benar-benar 20 keberuntungan…..

  2. aal

    keren zack. selamat… wah, pestaphora dong, he2.

  3. Syaiful Bari

    wah2… selamat ja lah. mg2 ada cairannya… haha!!!

  4. Syaiful Bari

    eh, ngomong2, jenengan udah punya HONDA?




Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: